Rabu, 30 Oktober 2013

SADARI INI

ternyata semua bisa berlalu
masa sulit tentu tak kekal
karena hanya satu yang kekal, yaitu Tuhanku
aku punya keyakinan, bahwa semua hal, masalah, dan semuanya tanpa terkecuali
semuanya punya batas, batas ruang dan batas waktu,
masa sulit ku juga pasti sama
maka aku tenang, tinggal tunggu waktu untuk menghapusnya
tak terelakkan 
kisah seseorang dengan seseorang yang ia benci, hina, acuhkan pun juga demikian,
bahkan bersama orang yang ia kagumi, sayangi,
fiktif yang bermain di balik semua itu
di bawah bimbingan nafsu kadang kita tertipu, 
meski telah bergulat dengan bimbingan Tuhan, 
hanya sedikit yang sadar dan bertindak sesuai kehendak Nya
dan tentunya
aku ingin ikut dengannya, dengan orang-orang yang bisa berjalan sesuai jalan nya
amin

berjan, 31 Oktober 2013
 MAKALAH TENTANG TAFSIR, TAKWIL DAN TARJAMAH TAFSIRIYAH

A.     Pendahuluan
Al-Qur’an Al-Karim adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, mengandumg hal-hal yang berhubungan dengan keimanan, ilmu pengetahuan, kisah-kisah, filsafat, peraturan-peraturan yang mengatur tingkah laku dan tata cara hidup manusia, baik sebagai makhluk individu ataupun sebagai makhluk sosial, sehingga dapat bahagia hidup baaik di dunia dan juga di akhirat. [1]
Isi dalam Al-Qur’an ada yang diterangkan kan secara terperinci dan ada pula yang dikemukakan secara umum dan garis besarnya saja. Yang diterangkan secara garis besarnya ada yang diperinci dan dijelaskan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW dan ada yang di arahkan pada kaum muslimin sendiri yang disebut ijtihad.
Begitu pula halnya tafsir Al-Qur’an berkembang mengikuti irama perkembangan masa dan memenuhi kebutuhan manusia dalam suatu generasi. Tiap-tiap masa dan generasi menghasilkan tafsir-tafsir al-Qur’an yang sesuai dengan kebutuhan dan keperluan generasi itu dengan tidak menyimpang dari hukum-hukum agama.
Maka dalam kesempatan kali ini pemakalah ingin membekali sedikit tentang pengertian maupun maksud dari mempelajari ilmu tafsir yang akan kita kaji di pertemuan-pertemuan yang lainnya.

MAKALAH HADITS TENTANG SHOLAT



HADITS TENTANG SHOLAT
A.  Pendahuluan
Hadits adalah sumber hukum Islam kedua setelah al-Qur’an. Oleh karena itu, kewajiban mengikuti, kembali, dan berpegang teguh pada hadits  merupakan perintah Allah SWT dan juga perintah Nabi Saw, pembawa syari’at yang agung. Sebagian besar ayat-ayat al-Qur’an secara tafshili (rinci) perlu dijelaskan dengan hadits. Namun persoalannya adalah bahwa untuk memahami suatu hadits dengan baik, tidaklah mudah. Untuk itu diperlukan seperangkat metodologi dalam memahaminya.
Dalam memahami hadits, tidak cukup hanya melihat teksnya saja, tetapi perlu melihat konteksnya, khususnya ketika hadits tersebut mempunyai asbabul wurud, meskipun tidak semua hadits memilki asbabul wurud. Dalam semua hal ihwal kaum muslimin semua sudah teratur rapi di dalam sumber hukum yang kedua tersebut selaku sebagai penjelas bagi sumber hukum yang pertama yaitu Al-Quran. Termasuk hal ihwal seorang muslim yang sangat urgen yaitu ibadah shalat. Shalat merupakan ibadah mahdloh yang dilakukan mukallaf dalam rangka menyembah Tuhannya. Bahkan dikatakan, bahwa shalat merupakan ibadah yang pertama kali akan dihitung pada saat hari akhir kelak. Apakah shalatnya baik atau tidak. Maka dengan dalih tersebut shalat merupakan ibadah yang urgen yang harus kita ketahui berikut dengan dasar-dasarnya. Maka dalam makalah ini kami akan membahas tentang hadits yang berkaitan dengan sholat.

Kamis, 24 Oktober 2013

MAKALAH KONSEP WASIAT



KONSEP WASIAT
 I.      PENDAHULUAN
Di antara jalan-jalan kebaikan yang Allah sediakan bagi manusia yaitu dengan bersedekah di  jalan-Nya dengan harta maupun jasa yang ia miliki. Sedekah dalam agama Islam sangat dianjurkan sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Imron ayat 92:
لَنْ تَنَالُ الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ وَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْئٍ فَإِنَّ اللهَ بِهِ عَلِيْمٌ
Artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkanmaka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”[1]